/* Start http://www.cursors-4u.com */ * {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/cursors/cur-1/cur1.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/cursors/cur-1/cur1.png), auto !important;} /* End http://www.cursors-4u.com *// Welcome to my Blog: 2019 Turquoise Electricity Lightning

tema

Selasa, 12 Februari 2019

Ujian 4


Apa motivasi anda kursus di Widya informatika?
 
-       Motivasi saya Belajar di Widya Informatika adalah untuk lebih memahami ilmu Tentang komputer dan lebih bisa rajin belajar agar kelas setelah lulus dari widya saya bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang sekitar terutama keluarga saya.


Tulisan Pesan dan kesan selama anda belajar di Widya informatika

-      ini menjadi pengalaman untuk saya,disisni kami bisa tukar fikiran dan berbagi ilmu saya fikir guru di widya ini galak dan ternyata tidak, ibu dan bapak di sini banyak sekali mengajarkan kami arti keluarga di dalam kelas, dan yang saya sedihkan ternyata ini telah masuk semester 1 dan tidak terasa bahwa kami tidak lama lagi akan berpisah, saya telah mengganggap teman sekelas saya seperti keluarga, karena mereka baik dan lucu-lucu saya senang belajar di widya Informatika dan ini menjadi pengalaman saya 
pesan saya semoga lulus dari widya teman-teman sekelas saya sukses dan semoga kami bisa menjadi orang yang lebih berguna lagi, 


Berapa persen ilmu yang anda serap selama proses belajar Internet?

-      Alhamdulillah selama saya belajar internet saya tidak merasa kesulitan karna ibuk yang mengajar itu mudah sekali untuk di pahami cara ia mengajar dan saya sangat senang ketika masuk dan belajar internet, mungkin 80% saya memahami internet, mungkin ada sedikit lupa-lupa hehe

Kupu-kupu kertasku !

hay teman-teman....
kira-kira cantik ya kalau di kamar kita itu ada warna warni indah dan enak di lihat,
nahh,,, jadi saya mau kasi tutorial ni bagaimana caranya bikin kup-kupu dari kertas origami dengan mudan dan gampang silahkan di lihat.




Ujian-2












Ujian-1







Selasa, 05 Februari 2019

Permainan anak jaman old


Assalamualaikum wr,wb


Haii teman jika melihat di zaman sekarang ini sungguh memperhatinkan ya karena anak anak zaman sekarang itu mainan nya udah canggih tidak seperti dulu, memang ada beberapa daerah yang masih memainkan permainan tradisional, nahhh untuk menginggat massa kecil kita dan untuk menggembangkan permainan tradisional saya kali ini mengapload artikel tentang permainan tradisional. sempoga bermanfaat :)

 

PERMAINAN TRADISIONAL




1. Permainan Petak Umpet


Pertama ada permainan yang bernama petak umpet, permainan ini dilakukan oleh lebih dari dua orang. Caranya sangat mudah sekali. Ada satu orang yang menjadi penjaga dan mencari temannya yang menghilang, sedangkan orang yang lain mengumpet disuatu tempat. Misalnya bermain dengan tujuh orang, lalu dimulai dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi penjaga. Jika hompimpa sisa satu orang maka langsung dinyatakan dia kalah, tetapi jika hompimpa berbanding 3:4, maka yang tiga orang melakukan hompimpa hingga sisa satu orang yang kalah.

Orang yang kalah tersebut dinamakan kucing. Permainan dimulai dengan hingga kucing yang menjaga dan harus menutup matanya lalu menghitung dari satu sampai sepuluh. Orang-orang yang lainnya harus mengumpet di belakang pohon atau dibawah pohon, jangan sampai si kucing menemukan. Jika si kucing melengah maka orang-orang yang lain harus segera lari menuju tempat penjaga si kucing tadi, dan berteriak inglo. Jika sudah ada yang teriak inglo, maka orang tersebut menjadi pemenang dan kucing tetap mencari orang-orang lain yang masih belum ditemukan.

Si kucing terus mencari dan jika menemukan orang yang mengumpet, maka orang tersebut menjadi kalah dan kucing digantikan dengan orang yang kalah tadi. Begitulah permainan tersebut dilakukan hingga permainan berakhir. Waktu permainan bisa dilakukan pada pagi hingga siang hari. Jika sore hari biasanya anak-anak tidak boleh keluar rumah apalagi jika menjelang magh Permainan ini sangat digemari dari jaman dahulu sampai saat ini, tapi sekarang hanya beberapa anak saja yang bermain permainan petak umpet, karena sekarang anak-anak hanya sibuk dengan gadgetya dan lupa dengan teman-temannya.


2.Permainan  Bola Bekel


Permainan kedua adalah bola bekel. Ini permainan yang sangat digemari dan paling ramai di tahun 2003 hingga saat ini. Sebenarnya permainan ini sudah ada di zaman dahulu, tetapi di era milenium baru ramai dimainkan oleh anak-anak. Cara memainkannya butuh keahlian dan harus dicoba beberapa kali agar bisa, karena permainan ini tidak semudah yang dibayangkan.

Ada beberapa benda yang perlu disiapkan untuk memainkannya, yang pertama bola bekel yang bentuknya bola kecil, biasanya di dalam bola
 diisi air. Dan ada enam biji yang disebut bekel. Permainan ini ada beberapa step, mulai dari step mengambil satu biji bekel sampai enam bekel.
Lalu membalik biji bekel yang lain dan biji membentur lambang laguk , dan dimulai dari mengambil satu biji sampai enam biji. Lanjut lagi dengan membalik kearah sebaliknya dan sama prosesnya, mengambil dari satu biji sampai enam biji. Jika step sudah selesai, dilanjut dengan membalik lagi biji bekel yang ada tanda titiknya. S

ama seperti yang tadi dilakukan secara berurutan mulai dari mengambil satu biji hingga enam biji. Setelah selesai semua step, maka jika ada yang berhasil memenangkan step terlebih dahulu maka dijadikan pemenang. Dan yang menang mendapatkan hadiah berupa menyuruh anak-anak menjadi patung atau memberi bedak di bagian wajah yang kalah


3. Permainan engklek (Selengket)




Permainan yang ketiga bernama engklek. Permainan ini sampai sekarang masih dilakukan dan seluruh wilayah Indonesia mengenal permainan ini, meskipun disetiap daerah memiliki sebutan lain-lain. Engklek dimainkan oleh anak laki-laki dan juga perempuan. Bisa dilakukan oleh dua orang saja dan maksimal lima orang, sebab untuk memainkannya harus menunggu giliran dan jika banyak yang bermain maka akan lama menunggunya.

Cara bermainnya dengan menggambar kotak-kotak di latar. Bermainnya dilapangan yang terang agar mudah menggambar kotak-kotaknya. Ada sembilan kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung tiga kotak vertikal, setelah itu tambah satu kotak diatasnya dan terakhir dua kotak dihorizontal. Satu persatu pemain melompati kotak tersebut dari awal hingga terakhir. Melompatnya harus menggunakan satu kaki, jika kaki terjatuh maka harus menaruh batu disalah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran



4. Permainan Congklak



Permainan berikutnya bernama congklak. Permainan ini juga telah dikenal oleh seluruh wilayah dI Indonesia. Menggunakan biji congklak yang terbuat dari cangkang karang tapi ada juga yang menggunakan batu, lalu menggunakan papan congklak yang berisi 16 lubang. Permainan ini hanya bisa dilakukan oleh dua orang saja. Biji congklak berisi 98 buah dan papan congklak ada yang terbuat dari plastik namun juga ada yang dari kayu.

Awal memainkan permainan ini dengan suit menentukan siapa yang jalan dulan, lalu jika ada yang menang maka pemain harus mengambil semua biji dari salah satu lubang dan biji tersebut diisi satu persatu ke lubang yang sudah ditentukan, dari kiri atau kanan. Hingga biji habis dan setelah itu ambil lagi semua biji dari tempat terakhir biji diletakkan. Begitu seterusnya hingga siapa yang mendapat biji paling banyak maka ia yang menjadi pemenang.


5. Permainan Lompat Tali



Permainan yang kelima adalah lompat tali. Lompat tali ini bisa menggunakan karet atau tali tambang. Kita bisa membuat tali sendiri dengan karet, caranya menyambungkan satu persatu karet hingga panjang dan setelah itu diikat ujungnya dan karet tersebut bisa kita gunakan untuk memainkan lompat tali. Permainan ini bisa dilakukan dua orang hingga lebih dari sepuluh. Ada dua orang yang memegang tali agar tidak putus.

Tapi jika tidak ingin memegang tali maka kita bisa mengikatkan tali dengan pohon atau apapun yang bisa untuk memegang tali ataupun karet. Cara bermainnya dimulai dari tali di letakkan paling bawah lalu kita melompat. Jika tidak bisa melompat maka kita harus menunggu giliran terakhir dan mengulang lompatan dari awal. Setelah itu tali diarahkan sampai atas kepala, dan kita harus melompat diatas tali. Yang menang boleh menyuruh yang kalah untuk melakukan apa saja tetapi tidak boleh yang berat dan aneh-aneh


 

Metamorfosa Kupu-Kupu


Assalamualaikum wr,wb.

Hey.... kali ini saya memposting metamofosa kupu-kupu agar yang melihat bisa tahu bagaima perkembangan kupu-kupu, kupu -kupu yang cantik itu ternyata banyak prosesnya lhooo.. mau tahu bagaimana silahkan di putar videonya dan semoga bermanfaat. :)




Membuat Es Cream Sederhana


Assalamualaikum wr,wb.

Haii teman-teman hari siang itu enaknya minum yang seger-seger kan, suka sama es cream tapi kalau beli itu gak pernah puas karna harga yang mahal dan sedikit es creamnya, aduhh apa lagi kalau orang ramai, nahh saya mau ngasi tips nih cara membuat es cream yang sederhana yang pastinya enak heheee... silahkan di tonton dan semoga bermanfaat :)






Tugas Animasi Garuda


Assalamualaikum wr,wb.


   Hey guys... kali ini saya memposting animasi tugas garuda ini saya bikin sendiri karna tugas dari ibuk kami yaitu ibuk wati selaku guru kami silahkan di lihat semoga bermanfaat :)


Selasa, 29 Januari 2019

Tugas Gambar











Tips menggambar mudah untuk anak

Assalamualaikum wb,wb

Haii bunda seneng banget deh ngeliat keseruan anak - anak bunda, yang aktif yang senang berkreasi
ajari anak - anak bunda untuk mengenali dirinya sendiri dini bunda, salah satu contohnya dengan mengajarkan mereka mengambar yaa untuk anak yang baru pemula jangan di ajarkan yang ribet dulu deh bunda, kali ini saya ingin memberi tips cara menggaambar mudah untuk untuk anak-anak bunda di rumah silahkan di tonton semoga bemanfaat hehe





Selasa, 22 Januari 2019

Assalamualaikum wr,wb.

Hai teman-teman....
kali ini saya ingin memberi tips cara melipat baju dengan cepat, kebayangkan
jika kita melipat baju banyak tapi lambat, haduhhh.... buang-buang waktu
silahkan di putar videonya...





Sejarah Pulau Penyengat

Pulau Penyengat (atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah) adalah sebuah pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. Pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.

Pulau Penyengat merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Sejak tanggal 19 Oktober 1995, Pulau penyengat dan kompleks istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu situs warisan dunia

Menurut cerita, pulau mungil di muara Sungai Riau, Pulau Bintan ini sudah lama dikenal oleh para pelaut sejak berabad-abad yang lalu karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang cukup banyak tersedia di pulau ini. Belum terdapat catatan tertulis tentang asal mula nama pulau ini. Namun, dari cerita rakyat setempat, nama ini berasal dari nama hewan sebangsa serangga yang mempunyai sengat. Menurut cerita tersebut, ada para pelaut yang melanggar pantang-larang ketika mengambil air, maka mereka diserang oleh ratusan serangga berbisa. Binatang ini yang kemudian dipanggil Penyengat dan pulau tersebut dipanggil dengan Pulau Penyengat. Sementara orang-orang Belanda menyebut pulau tersebut dengan nama Pulau Mars.
 
Tatkala pusat pemerintahan Kerajaan Riau bertempat di pulau itu ditambah menjadi Pulau Penyengat Inderasakti. Pada 1803, Pulau Penyengat telah dibangun dari sebuah pusat pertahanan menjadi negeri dan kemudian berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga sementara Sultan berkediaman resmi di Daik-Lingga. Pada tahun 1900, Sultan Riau-Lingga pindah ke Pulau Penyengat. Sejak itu lengkaplah peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, adat istiadat, agama Islam dan kebudayaan Melayu.[3]

Imperium Melayu

Pulau Penyengat merupakan pulau yang bersejarah dan memiliki kedudukan yang penting dalam peristiwan jatuh bangunnya Imperium Melayu, yang sebelum terdiri dari wilayah Kesultanan Johor, Pahang, Siak dan Lingga, khususnya di bagian selatan dari Semenanjung Melayu. Peran penting tersebut berlangsung selama 120 tahun, sejak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722, sampai akhirnya diambil alih sepenuhnya oleh Belanda pada 1911.[1]

Perang Saudara tahta Johor

Awalnya pulau ini hanya sebuah tempat persinggahan armada-armada pelayaran yang melayari perairan pulau bintan selat malaka dan sekitarnya. Namun pada tahun 1719 ketika meletus Perang Saudara memperebutkan Tahta keraajn antara keturunan sultan mahmud syah yang dipimpin putranya Raja kecil melawan keturunan sultan abdul jalil 
Pulau Penyengat mulai dijadikan kubu pertahanan oleh raja kecil yang memindahkan pusat pemerintahannya dari Kota Tinggi johor ke Riau di Hulu Sungai Carang (Pulau bintan). Perang saudara itu dimenangkan oleh Tengku Sulaiman dan saudaranya yang dibantu oleh lima orang Bangsawan, yaitu Daeng Perani, Daeng waerah Daeng Kemasi dan Daeng Menambun. Yang mana seterusnya Tengku Sulaiman mendirikan kerajaan baru yaitu Kerajaan Johor-Riau-Lingga, Sedangkan Raja Kecil menyingkir ke siak dan seterusnya mendirikan kesultanan siak

Yang Dipertuan Muda Riau

Pada masa Kerajaan Johor-Riau-Lingga, Pulau Penyengat tetap berperan sebagai pusat pertahanan sekaligus tempat kediaman dan pusat pemerintahan dari Yang Dipertuan Muda Johor-Pahang-Riau-Lingga. Di kerajaan Riau-Lingga terdapat dua posisi jabatan utama, yaitu Yang Dipertuan Besar atau Sultan yang berkedudukan di Daik, Lingga dan Yang Dipertuan Muda yang berkedudukan di Pulau Penyengat. Walaupun lebih rendah kedudukan Yang Dipertuan Muda, tetapi dia mengatur pemerintahan, angkatan perang, perekonomian dan masalah-masalah operasional lainnya

Bangunan Bersejarah

Masjid Raya Sultan Riau

Masjid ini awalnya dibangun oleh Sultan Mahmud pada tahun 1803. Kemudian pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman, tahun 1832 masjid ini direnovasi dalam bentuk yang terlihat saat ini. Bangunan utama masjid ini berukuran 18 x 20 meter yang ditopang oleh 4 buah tiang beton. Di keempat sudut bangunan, terdapat menara tempat Bilal mengumandangkan adzan. Pada bangunan Masjid Sultan Riau terdpat 13 kubah yang berbentuk seperti bawang. Jumlah keseluruhan menara dan kubah di Masjid Sultan Riau sebanyak 17 buah yang melambangkan jumlah rakaat salat wajib lima waktu sehari semalam.
Di sisi kiri dan kanan bagian depan masjid terpdat bangunan tambahan yang disebut dengan Rumah Sotoh (tempat pertemuan). Menurut sejarahnya, masjid ini dibangun dengan menggunakan campuran putih telur, kapur, pasir dan tanah liat.

Mushaf al-Quran

Terdapat dua buah al-Quran tulisan tangan yang tersimpan di dalam Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat. Salah satu yang diperlihatkan kepada pengunjung adalah hasil goresan tangan Abdurrahman Stambul, seorang penduduk Pulau Penyengat yang dikirim oleh Kerajaan Lingga ke Mesir untuk memperdalam ilmu Agama Islam, sekembalinya dari belajar dia menjadi guru dan terkenal dengan "khat" gaya Istambul. Al-Quran ini diselesaikan pada tahun 1867 sambil mengajar. Keistimewaan al-Quran Mushaf Abdurrahman Stambul ini adalah banyaknya penggunaan "Ya Busra" serta beberapa rumah huruf yang titiknya sengaja disamarkan sehingga membacanya cenderung berdasarkan interpretasi individu sesuai akal dan ilmunya.

Istana Kantor

Istana Kantor adalah istana dari Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali (1844-1857), atau juga yang disebut dengan Marhum Kantor. Selain digunakan sebagai kediaman, bangunan yang dibangun pada tahun 1844 ini juga difungsikan sebagai kantor oleh Raja Ali.
Istana Kantor berukuran sekitar 110 m2 dan menempati areal sekitar satu hektar yang seluruhnya dikelilingi tembok. Bangunan dan puing yang masih ada memperlihatkan kemegahannya pada masa lalu.

Balai Adat Melayu

Balai Adat Pulau Penyengat adalah replika rumah adat Melayu yang pernah ada di Pulau Penyengat. Bangunan Balai Adat merupakan rumah panggung khas Melayu yang terbuat dari kayu. Balai Adat difungsikan untuk menyambut tamu atau mengadakan perjamuan bagi orang-orang penting.
Di dalam gedung, kita dapat melihat tata ruang dan beberapa benda perlengkapan adat resam Melayu, serta berbagai perlengkapan atraksi kesenian yang digunakan untuk menjamu tamu-tamu tertentu.
Di bagian bawah Balai Adat ini terdapat sumur air tawar yang konon sudah berabad lamanya dan sampai sekarang airnya masih mengalir dan dapat langsung diminum.

Monumen Bahasa Melayu

Pada tanggal 19 agustus 201 telah diletakkan batu pertama pembangunan Monumen Bahasa Melayu di areal dalam bekas Benteng Kursi, Pulau Penyengat, oleh Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani. Pembangunan monumen ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap jasa-jasa Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional di bidang bahasa. Selain itu juga untuk lebih mengenalkan tentang asal dan arti bahasa Melayu yang dipakai di Kepulauan Riau dan Lingga, serta bahasa Indonesia yang digunakan saat ini.
Monumen Bahasa Melayu dibangun sebagai tindak lanjut dari dari mufakat 12 kebudayaan Melayu antara Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri dan LAM Provinsi Riau pada saat seminar nasional bahasa Indonesia di Pekanbaru, Riau, 2010 lalu, yang dihadiri masing-masing gubernur

Dibuang Sayang


Assalamualaikum wr,wb


Hai Guyss...... 
di rumah kalian banyak botol bekas yang tidak terpakai? bikin sampah aja di rumah 
ayuk kita bikin kreasi dari botol bekas banyak sekali yang bisa kita bikin dan 
ini salah satunya yaitu membuat bunga dari botol plastik dengan bahan yang
simple so pasti hehe ,ayo mari di putar video di bawah.




Selasa, 15 Januari 2019

Sejarah Pulau Penyengat


Sejarah  Pulau Penyengat

Pulau Penyengat (atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah) adalah sebuah pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. Pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.

Pulau Penyengat merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Sejak tanggal 19 Oktober 1995, Pulau penyengat dan kompleks istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu situs warisan dunia
Menurut cerita, pulau mungil di muara Sungai Riau, Pulau Bintan ini sudah lama dikenal oleh para pelaut sejak berabad-abad yang lalu karena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang cukup banyak tersedia di pulau ini. Belum terdapat catatan tertulis tentang asal mula nama pulau ini. Namun, dari cerita rakyat setempat, nama ini berasal dari nama hewan sebangsa serangga yang mempunyai sengat. Menurut cerita tersebut, ada para pelaut yang melanggar pantang-larang ketika mengambil air, maka mereka diserang oleh ratusan serangga berbisa. Binatang ini yang kemudian dipanggil Penyengat dan pulau tersebut dipanggil dengan Pulau Penyengat. Sementara orang-orang Belanda menyebut pulau tersebut dengan nama Pulau Mars.

      Imperium Melayu
Pulau Penyengat merupakan pulau yang bersejarah dan memiliki kedudukan yang penting dalam peristiwan jatuh bangunnya Imperium Melayu, yang sebelum terdiri dari wilayah Kesultanan Johor, Pahang, Siak dan Lingga, khususnya di bagian selatan dari Semenanjung Melayu. Peran penting tersebut berlangsung selama 120 tahun, sejak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722, sampai akhirnya diambil alih sepenuhnya oleh Belanda pada 1911.[1]
 
Perang Saudara tahta Johor
Awalnya pulau ini hanya sebuah tempat persinggahan armada-armada pelayaran yang melayari perairan Pulau Bintan, Selat Malaka dan sekitarnya. Namun pada tahun 1719 ketika meletus perang saudara memperebutkan tahta Kesultanan Johor antara keturunan Sultan Mahmud Syah yang dipimpin putranya Raja Kecil melawan keturunan Sultan Abdul Jalil Riayatsyah yang dipimpin Tengku Sulaiman.

Pulau Penyengat mulai dijadikan kubu pertahanan oleh Raja Kecil yang memindahkan pusat pemerintahannya dari Kota Tinggi (Johor) ke Riau di Hulu Sungai Carang (Pulau Bintan). Perang saudara itu dimenangkan oleh Tengku Sulaiman dan saudaranya yang dibantu oleh lima orang bangsawan Bugis Luwu, yaitu Daeng Perani, Daeng Marewah, Daeng Chelak, Daeng Kemasi dan Daeng Menambun. Yang mana seterusnya Tengku Sulaiman mendirikan kerajaan baru yaitu Kerajaan Johor-Riau-Lingga, pada 4 Oktober 1722.[1] Sedangkan Raja Kecil menyingkir ke Siak dan seterusnya mendirikan Kesultanan Siak.

Yang Dipertuan Muda Riaini adalah
Pada masa Kerajaan Johor-Riau-Lingga, Pulau Penyengat tetap berperan sebagai pusat pertahanan sekaligus tempat kediaman dan pusat pemerintahan dari Yang Dipertuan Muda Johor-Pahang-Riau-Lingga. Di kerajaan Riau-Lingga terdapat dua posisi jabatan utama, yaitu Yang Dipertuan Besar atau Sultan yang berkedudukan di Daik, Lingga dan Yang Dipertuan Muda yang berkedudukan di Pulau Penyengat. Walaupun lebih rendah kedudukan Yang Dipertuan Muda, tetapi dia mengatur pemerintahan, angkatan perang, perekonomian dan masalah-masalah operasional lainnya.
Bangunan Bersejarah


  • Masjid Raya Sultan Riau

Masjid ini awalnya dibangun oleh Sultan Mahmud pada tahun 1803. Kemudian pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman, tahun 1832 masjid ini direnovasi dalam bentuk yang terlihat saat ini. Bangunan utama masjid ini berukuran 18 x 20 meter yang ditopang oleh 4 buah tiang beton. Di keempat sudut bangunan, terdapat menara tempat Bilal mengumandangkan adzan. Pada bangunan Masjid Sultan Riau terdpat 13 kubah yang berbentuk seperti bawang. Jumlah keseluruhan menara dan kubah di Masjid Sultan Riau sebanyak 17 buah yang melambangkan jumlah rakaat salat wajib lima waktu sehari semalam.
Di sisi kiri dan kanan bagian depan masjid terpdat bangunan tambahan yang disebut dengan Rumah Sotoh (tempat pertemuan). Menurut sejarahnya, masjid ini dibangun dengan menggunakan campuran putih telur, kapur, pasir dan tanah liat.
  • Mushaf al-Quran

Terdapat dua buah al-Quran tulisan tangan yang tersimpan di dalam Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat. Salah satu yang diperlihatkan kepada pengunjung adalah hasil goresan tangan Abdurrahman Stambul, seorang penduduk Pulau Penyengat yang dikirim oleh Kerajaan Lingga ke Mesir untuk memperdalam ilmu Agama Islam, sekembalinya dari belajar dia menjadi guru dan terkenal dengan "khat" gaya Istambul. Al-Quran ini diselesaikan pada tahun 1867 sambil mengajar. Keistimewaan al-Quran Mushaf Abdurrahman Stambul ini adalah banyaknya penggunaan "Ya Busra" serta beberapa rumah huruf yang titiknya sengaja disamarkan sehingga membacanya cenderung berdasarkan interpretasi individu sesuai akal dan ilmunya.
  • Istana Kantor

Istana Kantor adalah istana dari Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali (1844-1857), atau juga yang disebut dengan Marhum Kantor. Selain digunakan sebagai kediaman, bangunan yang dibangun pada tahun 1844 ini juga difungsikan sebagai kantor oleh Raja Ali.
Istana Kantor berukuran sekitar 110 m2 dan menempati areal sekitar satu hektar yang seluruhnya dikelilingi tembok. Bangunan dan puing yang masih ada memperlihatkan kemegahannya pada masa lalu.
  • Balai Adat Melayu

Balai Adat Pulau Penyengat adalah replika rumah adat Melayu yang pernah ada di Pulau Penyengat. Bangunan Balai Adat merupakan rumah panggung khas Melayu yang terbuat dari kayu. Balai Adat difungsikan untuk menyambut tamu atau mengadakan perjamuan bagi orang-orang penting.
Di dalam gedung, kita dapat melihat tata ruang dan beberapa benda perlengkapan adat resam Melayu, serta berbagai perlengkapan atraksi kesenian yang digunakan untuk menjamu tamu-tamu tertentu.
Di bagian bawah Balai Adat ini terdapat sumur air tawar yang konon sudah berabad lamanya dan sampai sekarang airnya masih mengalir dan dapat langsung diminum.
  • Monumen Bahasa Melayu

Pada tanggal 19 agustus 201 telah diletakkan batu pertama pembangunan Monumen Bahasa Melayu di areal dalam bekas Benteng Kursi, Pulau Penyengat, oleh Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani. Pembangunan monumen ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap jasa-jasa Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional di bidang bahasa. Selain itu juga untuk lebih mengenalkan tentang asal dan arti bahasa Melayu yang dipakai di Kepulauan Riau dan Lingga, serta bahasa Indonesia yang digunakan saat ini.
Monumen Bahasa Melayu dibangun sebagai tindak lanjut dari dari mufakat 12 kebudayaan Melayu antara Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri dan LAM Provinsi Riau pada saat seminar nasional bahasa Indonesia di Pekanbaru, Riau, 2010 lalu, yang dihadiri masing-masing gubernur

Budi Daya Pohon Sagu

 Budi Daya Pohon Sagu

Sagu merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Maluku dan Irian. Tanaman yang satu ini  bisa dibudidayakan untuk dijadikan sebagai komoditas bisnis. Berikut ini ada info mengenai cara budidaya tanaman sagu yang mudah.
  • Cara Menanam Dan Budidaya Tanaman Sagu

Ada beberapa teknik budidaya tanaman sagu yang harus anda lakukan, salah satunya adalah dengan melakukan pemilihan lahan, waktu tumbuh yang tepat, pemilihan bibit, penanaman, perawatan dan pemanenen. Dengan mengetahui teknik budidaya diatas, anda akan bisa mendapatkah hasil tanaman sagu yang bagus.
Untuk bisa bercocok tanam sagu dengan baik, anda harus menanam tanaman ini di ketinggian 700 m di atas permukaan laut (dpl). Kemudian jumlah curah hujan pada saat menanam tanaman ini haruslah optimal, yaitu antara 2000 hingga 4000 mm untuk setiap tahunnya. Memperhatikan suhu juga perlu, suhu yang baik untuk tempat tumbuh tanaman ini adalah 24 hingga 29 derajat celcius.
  • Cara Menanam Sagu

Pertama, cara tanam sagu yang harus anda lakukan adalah dengan penentuan pola tanam. Ini bisa dilakukan dengan cara menggali lubang satu minggu sebelum penanaman, ukuran lubang harus anda buat adalah 30x30x30cm. Setelah melakukan hal tersebut, anda bisa langsung membenamkan dengkel ke dalam lubang tanaman. Bagian pangkal dari dengkel yang telah anda siapkan tadi ditutup dengan tanah yang bercampur dengan gambut. Tanah jenis ini sangat bagus untuk pertumbuhan sagu.
Proses cara menanam yang berikutnya adalah dengan menutup tanah hasil penanaman sagu tadi. Satu hal penting yang harus diingat adalah tanah penutup sebaiknya jangan ditekan dan dengkel jangan sampai bergerak. Tanah lapisan pada bagian atas harus diomasukan sampai dengan separuh lubang, dan jika memungkinkan anda bisa mencampurkan puing-puing akar didalamnya.
  • Tips dalam Memilih Bibit yang Bagus untuk Tanaman Sagu

Sebelum melakukan penanaman pada tanaman ini, alangkah baiknya jika anda memilih bibit yang umurnya kurang dari 1 tahun. Bibit tersebut juga disarankan memiliki diameter 10 sampai dengan 13 cm. Berat bibit yang dianjurkan adalah 2 sampai dengan 3 kg.
Pemilihan bibit tanaman sagu juga tidak boleh sembarangan. Anda harus memilih bibit sagu yang unggul agar bisa mendapatkan tanaman sagu yang tidak bermasalah pada saat penanaman atau pemanenan. Tanaman sagu membutuhkan air yang cukup juga jadi lakukanlah penyiraman terhadap tanaman ini secara rutin.
  • Metode Generatif untuk Perbanyakan Tanaman Sagu

Sebagai info tambahan, tanaman sagu ini juga bisa diperbanyak dengan melakukan perbanyakan, baik itu menggunakan metode vegetatif maupun metode generatif. Cara generatif paling banyak dipilih karena cara ini dilakukan dengan menggunakan biji yang berasal dari buah yang telah tua dan rontok dari pohonnya. Biji yang dipilih harus biji yang berasal dari induk pohon yang baik sehingga akan menghasilkan anakan yang baik pula.
  • Pemeliharaan Tanaman Sagu

Jika anda bisa memelihara tanaman ini dengan tepat, maka sagu akan bisa menjadi komoditas bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk mencari banyak keuntungan. Cara merawat sagu dari hama, semisal kumbang juga harus dilakukan. Pohon yang terkena serangan dari kumbang ini bisa ditebang atau dibakar, sementara anda juga bisa melakukan pencegahan dengan cara menggunakan musuh alami dari kumbang tersebut.
Setelah tumbuh besar, tanaman sagu ini akan menjadi pohon sagu yang besar dan anda bisa memberikan anda hasil panen yang memuaskan. Pastikan untuk tidak membiarkan tanaman sagu yang anda miliki diserang oleh kumbang sagu karena hama inilah yang menyebabkan kematian mendadak bagi pohon sagu. Gunakan insectisida untuk membasmi kumbang tersebut.